Seekor kambing, kambing merupakan makhluk hidup ciptaan Tuhan, yang juga tidak boleh semena – mena untuk di perlakukan, seperti dipukuli ataupun di tendang, seekor kambing pun, yang memberikan manfaat berupa sumber makanan bagi manusia, saat harus mati dan disembelih juga mendapatkan keadilan dari Allah SWT, semua orang islam tahu menyembelih hewan ada aturan main untuk menyembelihnya bukan dengan cara langsung memenggal atau menyiksanya secara semena – mena.
Lihatlah kambing di atas, sekalipun ia harus mati demi memberikan suatu manfaat untuk mahkluk lain, tetapi tetap ada keadilan untuknya saat menjelang ajalnya.
Tapi apakah manusia menyadari akan hal ini walaupun sesama manusia, perbuatan semena – mena masih di praktekan walaupun dengan dalih keadilan, baik itu keadilan dibidang apapun mulai dari cara yang halus sampai cara yang paling kasar sekalipun.
Keadilan terkadang dicari bukan untuk mencari KEBENARAN dari sesuatu hal yang bathil akan tetapi mencari PEMBENARAN dari hal yang bathil tersebut, dengan berbagai macam motif didalamnya yang seringkali beriringan dengan apa yang kita sebut dendam, yang mengakar pada nafsu manusia.
Saya pernah mendengar dari seseorang bahwa dendam bila dibalas dengan dendam, kedukaannya tidak akan hilang seumur hidup walaupun keadilannya terasa, itu pun hanya sesaat saja untuk memuaskan nafsu, namun memaafkan akan lebih bermakna bagi jiwa dan kehidupan, dimana akan membuat rasa keadilan itu tidak dirasakan sesaat tetapi selamanya dan membersihkan jiwa kita sebagai manusia, karena dengan keadilan yang mengedepankan kebaikan untuk memaafkan, maka dengan sendirinya keadilan itu dapat di tegakkan.